Dipublikasi pada tanggal 20 Maret 2026
Business Analyst vs Data Analyst: Perbedaan, Tugas, Gaji, dan Mana yang Lebih Bagus

Banyak orang yang tertarik masuk ke dunia teknologi dan data sering bingung memilih antara Business Analyst dan Data Analyst. Kedua profesi ini sama-sama bekerja dengan data, tetapi sebenarnya memiliki fokus pekerjaan yang cukup berbeda.
Jika kamu sedang mempertimbangkan karir di bidang data, penting untuk memahami perbedaan antara kedua role ini agar kamu tidak salah memilih jalur karir.
Di artikel ini kita akan membahas secara lengkap:
- Apa itu Business Analyst
- Apa itu Data Analyst
- Perbedaan Business Analyst vs Data Analyst
- Tugas masing-masing pekerjaan
- Skill yang dibutuhkan
- Gaji Business Analyst dan Data Analyst di Indonesia
- Mana yang lebih cocok untuk pemula
Apa Itu Business Analyst?
Business Analyst adalah seseorang yang bertugas membantu perusahaan memahami masalah bisnis dan mencari solusi yang tepat menggunakan data, analisis proses, dan strategi.
Mereka biasanya bekerja di antara tim bisnis dan tim teknologi.
Artinya, Business Analyst menjadi penghubung antara:
- Manajemen
- Developer
- Data team
- Stakeholder perusahaan
Tujuan utama Business Analyst adalah meningkatkan performa bisnis perusahaan.
Contohnya:
Perusahaan ingin meningkatkan penjualan.
Business Analyst akan:
- Menganalisis masalah
- Mengumpulkan kebutuhan bisnis
- Membuat rekomendasi strategi
- Berkomunikasi dengan tim teknis
Tugas Business Analyst
Beberapa tugas utama Business Analyst adalah:
- Menganalisis proses bisnis
- Mengumpulkan kebutuhan dari stakeholder
- Membuat dokumentasi requirement
- Mengidentifikasi masalah bisnis
- Membantu perusahaan meningkatkan efisiensi
- Membuat laporan analisis bisnis
- Berkomunikasi dengan tim developer
Business Analyst biasanya lebih sering melakukan:
- Meeting
- Diskusi strategi
- Analisis proses bisnis
Skill yang Dibutuhkan Business Analyst
Untuk menjadi Business Analyst, ada beberapa skill penting yang harus dimiliki:
- Business thinking
- Communication skill
- Problem solving
- Analisis proses bisnis
- Requirement gathering
- Basic data analysis
- Presentation skill
Kadang Business Analyst juga perlu memahami tools seperti:
- Excel
- SQL (basic)
- Jira
- PowerPoint
Apa itu Data Analyst
Data Analyst adalah seseorang yang bertugas mengolah dan menganalisis data untuk menemukan insight yang bisa membantu perusahaan mengambil keputusan yang lebih baik.
Banyak orang juga bertanya sebenarnya data analyst ngapain aja dalam pekerjaan sehari-hari. Secara umum, seorang Data Analyst akan mengumpulkan data dari berbagai sumber, membersihkan data agar siap dianalisis, lalu mengolahnya menggunakan tools seperti Excel, SQL, atau Python. Setelah itu mereka membuat dashboard atau laporan yang membantu perusahaan memahami kondisi bisnis dan mengambil keputusan yang lebih tepat.
Jika Business Analyst fokus pada bisnis, maka Data Analyst fokus pada data.
Data Analyst biasanya bekerja dengan:
- Database
- Data report
- Dashboard
- Statistik
Contohnya:
Perusahaan ingin tahu:
- Produk mana yang paling laris?
- Kenapa penjualan turun?
- Customer paling banyak berasal dari mana?
Data Analyst akan menggunakan data untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Tugas Data Analyst
Berikut beberapa tugas utama Data Analyst:
- Mengumpulkan data dari berbagai sumber
- Membersihkan data (data cleaning)
- Menganalisis data menggunakan SQL atau Excel
- Membuat dashboard
- Menemukan trend dalam data
- Membuat laporan analisis
- Memberikan insight kepada perusahaan
Seorang Data Analyst biasanya lebih sering bekerja dengan:
- Data
- Query database
- Dashboard analytics
Tools yang digunakan Data Analyst
Jika kamu tertarik masuk ke bidang ini, mungkin kamu juga bertanya data analyst belajar apa saja .
Biasanya seorang pemula akan mulai belajar dasar analisis data, statistik sederhana, Excel, SQL, serta tools visualisasi data seperti Power BI atau Tableau. Selain itu, memahami cara membaca data dan menarik insight bisnis juga menjadi skill yang sangat penting.
Tools yang sering digunakan oleh Data Analyst antara lain:
- Excel
- SQL
- Power BI
- Tableau
- Python
- Google Data Studio
Untuk pemula, biasanya dimulai dari:
Excel → SQL → Power BI
Ingin memulai karir Data Analyst?
Banyak Data Analyst memulai dari skill dasar seperti Excel untuk menganalisis data bisnis. Jika kamu masih pemula dan ingin belajar dari nol, kamu bisa mulai dari kelas berikut.
Kelas ini dilengkapi dengan Studi Kasus menggunakan data sebanyak 128.000+ data sehingga kamu akan belajar dan dilatih cara mengolah dan menganalisa data yang BESAR.
Perbedaan Business Analyst vs Data Analyst
Berikut perbandingan yang lebih jelas:
Business Analyst fokus pada strategi bisnis dan kebutuhan perusahaan.
Data Analyst fokus pada analisis data dan insight.
Perbedaan lainnya:
Business Analyst lebih banyak meeting dan komunikasi dengan tim bisnis.
Data Analyst lebih banyak bekerja dengan data dan tools analisis.
Jika disederhanakan:
Business Analyst fokus pada memahami masalah bisnis dan mencari solusi strategis.
Data Analyst fokus pada menganalisis data untuk menemukan insight yang membantu perusahaan mengambil keputusan.
Perbedaan singkat Business Analyst dengan Data Analyst:
| Aspek | Business Analyst | Data Analyst |
|---|---|---|
| Fokus | Strategi bisnis | Analisis Data |
| Skill Utama | Business Thinking | SQL dan Analisis Data |
| Tools | Excel, Jira | Excel, SQL, Power BI, Python |
| Tujuan | Meningkatkan Bisnis | Menemukan Insight |
Mana yang lebih sulit?
Sebenarnya tidak ada yang lebih sulit, karena keduanya membutuhkan skill yang berbeda.
Namun secara umum:
Business Analyst lebih membutuhkan kemampuan komunikasi dan analisis bisnis.
Sedangkan Data Analyst membutuhkan kemampuan teknis seperti:
- SQL
- Data analysis
- Dashboard
- Statistik dasar
Jika kamu lebih suka bekerja dengan angka dan data, biasanya Data Analyst lebih cocok.
Gaji Business Analyst vs Data Analyst di Indonesia
Gaji kedua profesi ini cukup kompetitif.
Perkiraan gaji di Indonesia:
Business Analyst
Rp 8 juta – Rp 20 juta per bulan
Data Analyst
Rp 7 juta – Rp 18 juta per bulan
Untuk level senior, gaji bisa jauh lebih tinggi.
Beberapa faktor yang mempengaruhi gaji:
- Pengalaman kerja
- Skill teknis
- Perusahaan tempat bekerja
- Lokasi kerja
Jika kamu memiliki skill tambahan seperti Python atau Machine Learning, gaji bisa meningkat.
Career Path Business Analyst
Peluang karir sebagai Business Analyst juga sangat luas di berbagai industri. Banyak orang juga penasaran sebenarnya Business Analyst bisa bekerja dimana saja. Profesi ini dibutuhkan di perusahaan teknologi, perbankan, startup, perusahaan konsultan, hingga perusahaan besar yang ingin meningkatkan efisiensi bisnis mereka.
Seorang Business Analyst biasanya bekerja di tim yang berhubungan langsung dengan strategi perusahaan. Mereka membantu mengidentifikasi masalah dalam proses bisnis, menganalisis kebutuhan perusahaan, serta memberikan rekomendasi solusi yang dapat meningkatkan performa bisnis. Karena perannya yang strategis, Business Analyst sering menjadi penghubung antara tim bisnis dan tim teknis dalam sebuah organisasi.
Karir Business Analyst biasanya berkembang seperti ini:
- Junior Business Analyst
- Business Analyst
- Senior Business Analyst
- Product Manager
- Head of Strategy
Role ini sering berkembang ke posisi manajemen.
Career Path Data Analyst
Salah satu alasan banyak orang tertarik menjadi Data Analyst adalah karena peluang kerjanya cukup luas.
Tidak sedikit yang penasaran data analyst bisa kerja dimana. Profesi ini dibutuhkan di berbagai industri seperti startup teknologi, perbankan, e-commerce, perusahaan retail, hingga perusahaan konsultan bisnis.
Hampir semua perusahaan yang memiliki data pelanggan atau data penjualan membutuhkan seorang Data Analyst.
Karir Data Analyst biasanya berkembang seperti ini:
- Junior Data Analyst
- Data Analyst
- Senior Data Analyst
- Data Scientist
- Head of Data
Banyak Data Scientist yang memulai karir sebagai Data Analyst.
Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula?
Jika kamu baru ingin masuk ke dunia data, biasanya jalur Data Analyst lebih mudah untuk dimulai.
Alasannya:
- Roadmap belajarnya jelas
- Banyak tutorial online
- Banyak peluang kerja
- Skill bisa dipelajari secara bertahap
Namun, jika kamu lebih suka strategi bisnis dan komunikasi, maka Business Analyst bisa menjadi pilihan yang lebih cocok.
Cara Memulai Karir Data Analyst
Banyak calon profesional juga sering bertanya data analyst ambil jurusan apa jika ingin masuk ke bidang ini.
Pada umumnya, Skill Data Analyst tidak memerlukan kuliah atau gelar sarjana untuk dipelajari. Namun, beberapa jurusan yang relevan antara lain Statistik, Matematika, Sistem Informasi, Teknik Informatika, atau Data Science.
Namun sebenarnya saat ini banyak juga Data Analyst yang berasal dari jurusan lain karena skill analisis data bisa dipelajari melalui kursus online dan latihan proyek.
Jika kamu ingin menjadi Data Analyst, berikut roadmap sederhana yang bisa kamu ikuti:
- Belajar Excel
- Belajar SQL
- Belajar data visualization
- Membuat project data analysis
- Membuat portfolio dashboard
Portfolio sangat penting karena perusahaan biasanya ingin melihat project yang pernah kamu buat.
Kesimpulan
Perbedaan utama antara Business Analyst dan Data Analyst terletak pada fokus pekerjaan mereka.
Business Analyst berfokus pada strategi bisnis dan proses perusahaan, sedangkan Data Analyst berfokus pada analisis data untuk menemukan insight yang membantu perusahaan mengambil keputusan.
Kedua profesi ini sangat dibutuhkan di era digital saat ini, terutama karena banyak perusahaan mulai menggunakan data untuk mengembangkan bisnis mereka.
Jika kamu masih pemula dan tertarik masuk ke dunia data, Data Analyst sering menjadi jalur yang lebih mudah untuk dimulai.


.jpg&w=1600&q=75)